Selatpanjang
adalah ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, yang
merupakan pecahan dari kabupaten Bengkalis, dan terbentuk pada 19
Desember 2008.
Selatpanjang sendiri merupakan bagian
dari kecamatan Tebing Tinggi. Sebuah kota kecil yang unik, karena sangat
jarang kita jumpai kendaraan roda empat. Kalaupun ada, jumlahnya dapat
dihitung dengan jari dan sebagian besar adalah milik pemerintah
setempat. “Negeri Kuda Besi”, begitu saya pernah berucap mengenai
transportasi umum di kota ini yang berupa becak atau ojek. Mereka
berlalu-lalang siap mengantarkan kita menembus setiap sudut kota.
Kota ini dapat ditempuh dalam tiga cara.
Pertama, langsung dari Pekanbaru menggunakan perahu cepat berbadan
lebar, dengan jarak tempuh 3 – 4 jam. Cara ke dua mengunakan kapal kayu
yang membutuhkan waktu semalaman menuju Pelabuhan laut Selatpanjang,
atau bisa juga lewat jalur darat menuju Buton, kemudian lanjut
menggunakan perahu motor menuju Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang.
Mayoritas penduduk kota berasal dari
etnis Tionghoa dan Suku Melayu Riau. Selain “jutaan” motor, kota ini
juga sangat dikenal sebagai penghasil utama sagu. Jika ingin mencicipi
brownies sagu, mampirlah ke kota ini.
Kuliner khas lainnya adalah mie atau
kwetiau yang juga berbahan dasar sagu, lalu diberi tambahan udang, ikan
teri, dan racikan bumbu khas Selatpanjang. Umumnya mie dan kwetiau
disajikan sebagai menu sarapan. Untuk dapat menikmatinya, mampirlah ke
pasar kota atau kedai pinggir jalan pada pagi hari. Sementara sore atau
malam harinya, kita dapat mencicipi aneka seafood seperti Rama rama (kepiting) Lada hitam atau lobster bakar sembari menikmati suasana selat di malam hari.
Bagi yang gemar berbelanja bisa
mengunjungi pasar tradisional yang menjajakan berbagai macam oleh-oleh,
seperti mie sagu mentah yang siap dibawa pulang. Jika tertarik, mampir
sejenak ke bagian “cakar” atau Pasar Jongkok yang menjual pakaian atau
bahan kain lainnya seperti selimut. Tapi jangan sampai tertipu karena
semua barang yang dijual adalah barang bekas yang sebagian besar
didatangkan dari luar negeri. Untuk mendapatkan harga terbaik, jangan
ragu untuk menawar.
Sempatkan juga untuk mampir ke salah
satu vihara tertua di Riau, yaitu Vihara Sejahtera Sakti yang terdiri
dari dua bangunan utama. Satu bagian lainnya berupa Gapura Gerbang Laut
yang menghadap selat dan berada persis di seberang bangunan utama.
Vihara yang juga dikenal sebagai Kelenteng Hoo Ann Kiong ini salah satu
cagar budaya di Kepulauan Meranti yang diperkirakan berdiri pada 1868
dan telah mengalami beberapa kali pemugaran.
Kota ini cantik, banyak rumah berarsitektur khas Tionghoa yang membuat kita merasa seolah sedang berada di salah satu sudut “china town”
seperti Singapura atau Cina. Pusat kota Selatpanjang seperti suatu
komplek perumahan besar dengan tata kota yang baik serta jalan utama
yang tidak terlalu lebar.
Di beberapa sudut kota kita akan
menjumpai bangunan bertingkat berbahan kayu yang menyerupai losmen.
Namun jangan salah sangka, penginapan ini hanya menerima tamu khusus,
yaitu burung walet. Keunikan bangunan ini adalah menyatu dengan bangunan
induk di bawahnya yang merupakan tempat tinggal sang pemilik.
Menjelang sore, pergilah ke tempat
dimana biasanya masyarakat Selatpanjang menghabiskan waktu sembari
menunggu malam. Apalagi kalau bukan Pantai Alah Air Selatpanjang. Pantai
ini unik karena garis pantainya merupakan bibir selat.
Dengan wilayah yang tidak terlalu luas
dan kondisi jalan utama yang baik, kita dapat menyelesaikan petualangan
kita di Selatpanjang hanya dalam waktu satu hari. Waktu terbaik untuk
berkunjung adalah saat perayaan hari besar keagamaan seperti Imlek,
atau saat musim kemarau sehingga kita bisa bebas menelusuri sudut kota
tanpa takut kehujanan.
Bagi penggiat fotografi, banyak sudut
bagus di kota ini yang layak diabadikan. Telusuri setiap sudut kota
dengan berjalan kaki untuk merasakan sensasi berbeda. Jangan lupa untuk
langsung memesan tiket pulang di hari pertama tiba di kota ini, sebab
berdasarkan pengalaman saya, tiket akan cepat habis terjual.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar